Selasa, 22 Maret 2016

cara pengajaran tata bahasa jepang pada tahap pemula

di susun oleh : gidion sp.
  






 Abstrak :

Pengajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jepang adalah sesuatu hal yang kompleks, terutama dalam bidang tata bahasa. Apa yang dipelajari pada tahap pemula atau tajap awal merupakan kunci dari keberhasilan penguasaan bahasa asing yang akan diperoleh di akhir pembelajaran. Bagi pelajar bahasa Jepang, tata bahasa bisa dianggap sebagai kompas dalam praktek bahasa pada kenyataannya. Pengajaran tata bahasa yang benar adalah tidak semata-mata berpusat pada tata bahasa itu
sendiri, namun juga harus diseimbangkan dengan pelatihan keterampilan yang faktual. Untuk menanamkan bekal tata bahasa yang kuat, para pengajar harus mengetahui metode atau cara yang tepat untuk diberikan kepada para pelajar bahasa Jepang tahap pemula dalam proses belajar mengajar.
Baca Selengkapnya

 
PENDAHULUAN
Sebagaian besar orang menganggap bahwa mempelajari bahasa Jepang sangatlah kompleks dan sulit dipahami. Namun pada kenyataannya, dari tahun-ketahun orang yang berminat mempelajari bahasa Jepang semkin meningkat. Kesuksesan pembelajaran bahasa Jepang pasti tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan proses pengajarannya sendiri. Untuk para pelajar tingkat pemula, pasti merasakan kesulitan dalam menerapkan struktur tata bahasa Jepang yang berbeda dengan struktur bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang lebih dahulu dipelajari. Pada tahap pemula inilah pengajaran tata bahasa ditekankan sungguh-sungguh agar pada tingkat pembelajaran selanjutnya, pelajar tersebut bisa mencapai penguasaan aspek mendengar, berbicara,membaca, dan menulis dengan baik. Untuk itu, hal-hal yang bersangkutan dengan pengajaran tata bahasa Jepang pada tahap pemula diusahakan untuk dibahas lebih lanjut dalam makalah ini, antara lain:
    

     

PEMBAHASAN
Pengenalan tata bahasa Jepang secara umum kepada pelajar tahap pemula
Pada awal pengajaran bahasa Jepang, pengajar harusnya bisa memeberikan gambaran secara umum tentang bagaimana keadaan gramatikalnya, bagaimana perbedaannya jika dibandingkan dengan gramatika bahasa lain yang lebih dahulu dipelajari. Bahasa Jepang adalah bahasa yang memiliki struktur pola kalimat “subjek+objek+verba (S+O+V)”, sedangkan dalam bahasa asing lain misalnya bahasa Inggris yang memiliki stryktur pola kalimat umum “subjek+verba+objek (S+V+O)”. Hal ini merupakan fakta dasar yang memiliki arti (A Course in Modern Japanese:xv) sebagai berikut:a. Verba selalu terletak di akhir kalimatb. Subjek dan objek selalu mendahului verbac. Kata sifat atau kata kerja modifier mendahului verbad. Kata keterangan mendahului verbae. Bahasa Jepang tidak memiliki kata depan (preposisi) apapun. Hubungannya antara sebuah kata benda dan sebuah kata kerja, jelas dibuat dengan sebuah posisi pusat (postposition) yang disebut dengan partikelf. Sebuah klausa modifier(kata yang menunjukkan sifat) mendahului kata bendag. Sebuah kata konjungtif berarti ‘kapan’, ‘lebih dulu’, dan lainnya, tak pernah muncul di awal sebuah klausa, tetapi selalu diletakkan di akhir
    



Peran tata bahasa Jepang bagi para pelajar tahap pemula yang belajar bahasa Jepang
Ruang lingkup pengetahuan tata bahasa Jepang yang diperlukan oleh siswa tingkat pemula yaitu seputar aturan-aturan tata bahasa yang dapat mereka gunakan untuk menguasai aspek keterampilan mendengar dan berbicara. Jika mereka dapat menguasai kaidah-kaidah tata bahasa tersebut, diharapkan mereka dapat menggunakan bahasa Jepang dengan baik dan benar. Namun kenyataannya, walaupun ada pelajar yang sudah menguasai kaidah-kaidah tata bahasa, tapi bila pelajar tersebut tidak bisa menafsirkan, menghubungkan dan mengaplikasikannya saat berbicara atau menulis dalam bahasa Jepang, maka pengetahuan tata bahasanya menjadi kurang berguna atau kurang fungsioanal. Bagi pelajar umum, tata bahasa menjadi semacam kompas dalam pemakaian bahasa. Bagaimanapun juga, penguasaan tata bahasa tidak bisa dinomor duakan. Walaupun sekarang ini ada juga yang berpendapat bahwa orientasi pada latihan percakapan harus lebih diutamakan dari pada orientasi tata bahasa. Seorang pengajar yang baik haruslah bisa menyeimbangkan hal tersebut. Sehingga, pada pengaplikasiannya pelajar tersebut bisa memiliki aspek keterampilan mendengar, berbicara,membaca, dan menulis yang semakin seimbang dan baik karena ditunjang penguasaa tata bahasa yang baik pula.  


Hal pokok yang harus diperhatikan dalam pengajaran tata bahasa Jepang pada tahap pemula
Walaupun dalam hal ini tata bahasa menjadi titik utama, dalam pengajaran tata bahasa, para guru bukan berarti hanya hanya memberikan pengetahuan tentang ilmu bahasa yang telah dikuasai kepada pelajar tahap pemula begitu saja. Pengajaran tata bahasa tidak sesederhana itu. Dalam mengajar tata bahasa pada orang asing (yang sebelumnya belum pernah mempelajari bahasa Jepang) khususnya pada pemula, guru sebagai pengajar harus memberikan materi pelajaran sedikit demi sedikit, terutama pada pokok-pokok tata bahasa yang dirasa sangat pentig atau diperlukan. Dengan demikian, sebelum masuk kegiatan pembelajaran,pengajar harus bisa membuat rancangan memulainya dari mana, apa yang akan diajarkan, dan bagaimana cara mengajarkannya agar mencapai hasil yang maksimal. Kemudian, harus mengetahui dengan pasti apa yang akan diajarkan dan apa yang tidak perlu diajarkan untuk sementara waktu.



      

Permasalahan yang sering muncul saat pengajaran tata bahasa Jepang pada tahap pemula
Pada umumnya, pelajar bahasa Jepang pada tahp pemula menggunakan buku pelajaran tata bahasa tingkat awal yang ditulis dengan bahasa asli mereka, bukan menggunakan bahasa Jepang. Hal ini dimaksudkan agar mereka mendapatkan kemudahan dalam pemahaman tata bahasa. Tetapi, walaupun mereka nisa memahami uraian dalam buku pelajaran tersebut, adakalanya masih sering menghadapi kesulitan untuk benar-benar dapat menguasai persoalan tata bahasa termasuk juga pemaham terhadap pengertian fungsi dari masing-masing kata yang dilihat dari segi ketata bahasaan. Pemahaman tata bahasa tidaklah hanya terbatas untuk pemenuhan pencaapaian keterampilan memahami bacaan, tapi juga harus mencakup kemempuan aktifitas berbahasa yang lain seperti : mendengar, berbicara,membaca, dan menulis. Maka, pengajaran tata bahasa tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan uraian-uraian tentang bahasa yang terdapat dalam buku-buku pelajaran saja.Selain hal di atas, ada pula masalah yang muncul, yaitu tututan siswa atas penjelasan atau pembenaran pada struktur pola tata bahasa sebuah kalimat yang salah. Memang dalam hal kesalahan ucapan, secara mudah pengajar dapat mengatasinya dengan cara langsung melakukan koreksi pembetulan. Tapi, dalam hal kesalahan yang berhubungan dengan unsur tata bahasa terkadang siswa sering meminta penjelasan yang lebih lanjut atas hal yang dianggap salah oleh pengajar.Misalnya pada kalimat ‘ 道を歩く (berjalan di jalan)’. Bila ada siswa yang mengucapkan ‘ 道に歩く ’ atau  道で歩く, dengan mudah pengajar membetulkannya, yaitu dengan meminta siswa tersebut mengucapkan ‘ 道を歩く ’.namun, tidak bisa dihindari bahwa siswa sering mengajukan pertanyaan lebih lanjut terhadap struktur pola kalimat tersebut. Maka pengajar harus menjelaskannya sesuai kaidah tata bahasa Jepang yang benar, yaitu: jika kitamenggunakan verba yang sifatnya menunjukkan perpindaha, seperti 歩く(berjalan)、通る(melewati)、出る(keluar) dan lainnya maka partikel yang harus digunakan untuk mengikuti verba tersebut adalahをbukan にatauで.Dalam pengajaran kaidah tata bahasa, pertanyaan “mengapa” memang merupakan hal yang sukar untuk dijawab. Pertanyaan senacam itu merupakan hal yang wajar terjadi pada siswa pada tahap pemula pada khususnya. Hal tersebut terjadi karena disebabkan adanya pengaruh bahasa ibu siswa itu sendiri yang lebih dahulu dipelajari sebelum mempelajari bahasa Jepang.




Metode yang tepat digunakan dalam pengajaran tata bahasa Jepang pada tahap pemula
Pada dasarnya metode pengajaran tata bahasa memiliki pengertian bagaimana sebaiknya cara mengajarkan suatu bahasa. Dalam pengajarn bahasa asing, dahulu sering digunakan metode terjemahan tata bahasa. Tapi sekarang, sesuai dengan perkembangan system pengajaran, metode tersebut memiliki cukup banyak kelemahan, yaitu (Kimura Muneo:132):a. Lebih mengutamakan pemahaman membaca teks. Akibatnya terlalu banyak menyuruh siswa memahami bacaan melalui terjemahan, maka siswa cenderung hanya memprhatikan terjemahan tersebut daripada teks aslinyab. Siswa tidak dilatih aspek bunyi fonologi bahasac. Hasilnya tidak dapat mengembangkan kemampuan aktif siswa (menulis, berbicara)Suatu metode dikatakan baik apabila digunakan sesuai dengantujuan pembelajaran.Dari sekian macam metode, metode eklektika dirasa sesuai dalam pengajaran tata bahasa Jepang pada tahap awal.hal in disebabkan karena metode eklektika (Kasurijanto:100):a. Menggabungkan sisi-sisi menguntungkan dari metode-metode yang biasa digunakandalam pengajaran bahasa asing.b. Dalam pengajaran, menggunakanbahasa ibu yang biasa digunakan oleh siswa untuk memberikan penjelasan dan memberikan terjemahan seperlunya untuk mempercepat proses pengajaran, menghindarkan salah paham dan mencegah pemborosan waktuc. Keterampilan berbahasa diajarkan umumnya dalam urutan: berbicara-pemahaman-dan akhirnya membacad. Kegiatan yang diberikan mencakup latihan, bercakap-cakap, membaca bersuara dan Tanya jawabe. Tata bahasa diajarkan secara deduktiff. Metode ini fleksibel, mudah disesuaikan dengan keperluan pengajaranMenurut Willhem Viëtor, orang yang pertama kali melakukan pembaharuan di bidang metode pengajaran asing (Jerman, 1850-1918), pengajaran tata bahasa harus terkandung pada buku pelajaran siswa dengan format yang alamiah. Guru menyuruh siswa untuk mencoba membandingkan materi pelaaran tertentu dengan tata bahasa yang telah dipelajari pada buku pelajaran. Dengan demikian, siswa dapat memahami tata bahasa yang sistematik.


PENUTUP
Bagi siswa tahap pemula, penguasaan tata bahasa menjadi kompas dalam pembelajaran Bahasa Jepang. Maka, pengajar harus bisa menanamkan pemahaman tata bahasa kepada para siswa dengan baik sebelum menuju keaspek pengajaran yang lain. Bagaimanapun juga, penguasaan tata bahasa pada tahap pemula akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan kemampuan atau keterampilan berbahasa siswa pada tahap yang lebih lanjut.Pada pengajaran tata bahasa, guru selaku pengajar tidak boleh hanya memberikan aturan-aturan tata bahasa yang hanya sebagai pengetahuan saja, tetapi guru harus pula membimbing para siswa dalam melakukan latihan-latihan agar mereka dapat menggunakannya dengan benar. Sehingga, anggapan mempelajari tata bahasa tidak begitu penting jika dibandingkan dengan pelatihan keterampilan berbicara.seorang guru juga harus jeli memilih pendekatan dan metode yang tepet sebelum memulai proses belajar mengajar yang sebenarnya.Pengajar harus memberikan materi tata bahasa secara sedikit demi sedikit mengingat siswa yang dihadapinya masih dalam tahap pemula. Hal ini dimaksudkan agar informasi teserap dengan maksimal.


Kamis, 17 Maret 2016

kata kata bijak dalam bahasa jepang

     kata kata bijak dalam
         bahasa jepang 


 
いくつきみになみだをながしたら?| Seberapa banyak air mata yang harus kuteteskan untukmu?
さようならはいわないで、いつまでもきみのばしょにいたいよ!| Jangan ucapkan selamat tinggal, aku ingin selalu berada disampingmu!
このちいさなまどから、ぼくはきみのよこがおをさがして、さびしいだから | Dari jendela kecil ini, aku mencari sosokmu, karena ku merindukanmu
Aitakute tamaranai. 会いたくてたまらない。 ‘Kangen banget’
Ohiru no jikan. お昼の時間。 ‘Waktu makan siang'”
Dekiru to shinjite imasu. できると信じています。 ‘Aku percaya aku bisa'”
Subete ga tadashii jikan ni umaku iku kara. すべてが正しい時間にうまくいくから。 ‘Semua akan indah pada waktunya'”
Subete no kurushimi wa mamonaku owaru. すべての苦しみはまもなく終わる。 ‘Semua kesusahan ini pun akan segera berlalu'”
Jitsu wa tomodachi ijō ni naritai desu kedo. 実は友だち以上になりたいですけど。 ’Sebenarnya ingin jadi lebih dari teman'”
Tomodachi de ite kurete arigatou. 友だちでいてくれてありがとう。 ‘Terima kasih telah menjadi temanku'”
Wazuka no koto de okoru nante mottainai. わずかの事で怒るなんてもったいない。 ‘Marah karena hal sepele itu buang2 energi'”
Donna toki ni mo inori o wasurenaide. どんな時にも祈りを忘れないで。 ‘Dalam waktu apapun, jangan lupa berdoa'”
Komakai koto de ichiichi monku o iu na!. 細かいことでいちいち文句を言うな! ‘Jangan sedikit2 mengeluh karena soal sepele'”
Jinsei no chiisai koto o tanoshimou. 人生の小さいことを楽しもう。 ‘Let’s enjoy the small things in life'”
Kako ni okotta koto wa kako no koto. 過去に起こった事は過去の事。 ‘Hal yg sudah lalu biarkanlah berlalu'”
Hetoheto ni tsukareta. へとへとに疲れた。 ‘Tepar kecapean'”
Yume no yō ni hibi o sugoshite imasu. 夢のように日々を過ごしています。 ‘Melewati hari2 bagaikan mimpi'”
Saikin me ga waruku natta ki ga suru. 最近目が悪くなった気がする。 ‘Belakangan ini berasa penglihatan semakin jelek'”
Aishite kurete arigatō. 愛してくれてありがとう。 ‘Thank u for loving me'”
Ishi aru tokoro ni michi wa aru. 意志あるところに道はある。 ‘Dimana ada kemauan, disitu ada jalan'”
Komatta toki no yūjin koso shin no yūjin 困ったときの友人こそ真の友人。 ‘Teman yg ada saat kita susah itulah teman sejati.'”
Machigau koto wa ii benkyō. 間違うことはいい勉強。 ‘Melakukan kesalahan adalah pelajaran yg bagus'”
Nichiyōbi no asa ga daisuki. 日曜日の朝が大好き。 ‘I love Sunday morning'”
Neru mae ni inotte okimashō. Oyasumi nasai. 寝る前に祈っておきましょう。お休みなさい。 ‘Mari berdoa dulu sebelum tidur. Selamat tidur””
Ojama shite, dōmo sumimasen. お邪魔して、どうもすみません。 ‘Maaf telah mengganggu Anda'”
Konya wa tsuki ga totemo kirei desu ne. 今夜は月がとてもきれいですね。 ‘Malam ini bulan indah sekali ya'”
Anata to hanasete sugoku tanoshikatta. あなたと話せてすごく楽しかった。 ‘Senang bisa berbicara denganmu'”
Jōdan da yo. Ki ni shinai de 冗談だよ。気にしないで。 ‘Bercanda koq. Jangan dimasukin hati ya'”
Onaka ga ippai dattara shiawase. お腹がいっぱいだったら幸せ。 ‘Perut kenyang hati pun senang'”
Yatte minai to wakaranai. やってみないと分からない。 ‘Kalau gak dicoba ya gak tau'”
Indoneshia-jin de yokatta. インドネシア人でよかった。 ‘Aku senang menjadi orang Indonesia'”
Shimpai shinaide, subete ga umaku iku kara. 心配しないで、全てがうまくいくから。 ‘Jangan kuatir, semua akan baik2 saja'”
Nayande atama ga ippai. 悩んで頭がいっぱい。 ‘Pusing banyak pikiran'”
Isshōkenmei oinori o shi, seiippai hataraku 一生懸命お祈りをし、精一杯働く ‘Berdoa sepenuh hati, bekerja sekuat tenaga””
Manabu noni ososugiru koto wa nai. 学ぶのに遅すぎることはない ‘Tidak ada kata terlambat untuk belajar'”
Tsukaremashita ga, tanoshikatta. 疲れましたが、楽しかった。 ‘Capek, tapi menyenangkan'”
ありがとうございます(*^^*)